Ikhlas Beramal

IKHLAS

Ikhlas ialah : beramal ibadah hanya karena Alloh SWT.

Ikhlas terbagi tiga tingkatan :

  1. Lillah :
    • Beramal ibadah karena bertujuan mengharap pahala dari Alloh baik yang diberikan di dunia atau di akherat ya`ni surga
    • Beramal ibadah karena bertujuan takut siksa Alloh baik yang diberikan di dunia atau di akherat ya`ni neraka
    • Beramal ibadah tanpa pamrih atau tidak bercampur dengan tujuan kepentingan duniawi seperti pujian dari manusia dan lain-lain
  2. Billah :
    1. Beramal ibadah karena bertujuan mengagungkan perintah Alloh
    2. Beramal ibadah karena bertujuan mengagungkan Alloh
    3. Beramal ibadah karena bertujuan mendekatkan diri pada Alloh
    4. Beramal ibadah karena bertujuan mencari ridlo AllohBeramal ibadah dengan merasa bahwa yang menggerakkan dan yang menciptakan amal/ibadah itu adalah Alloh
  3.  Fillah :
    1. Beramal ibadah bersama Alloh
    2. Beramal ibadah menyatu dengan Alloh dan selain Alloh hampa


 

Pendapat lain :

  • Tingkat dasar (orang `awam/umum) : Disamping amal ibadah karena Alloh juga karena ingin mendapatkan keberhasilan urusan dunia dan akherat.
  • Tingkat menengah (orang khusus): Disamping amal ibadah karena Alloh juga karena ingin mendapatkan keberhasilan urusan   akherat saja tidak urusan dunia.
  • Tingkatan atas (orang istimewa): Amal ibadahnya hanya semata-mata makin meningkatkan dan memperdalam kehambaan dirinya kepada Alloh, hal ini di dasari karena cinta dan rindunya untuk melihat dan bertemu dengan Alloh dan mengharap dicintai dan diridloi oleh Alloh.

Pendapat `Ulama tentang ikhlas :

  • Syeh Junaid : “Ikhlas adalah membersihkan amal dari kotoran-kotoran amal”.
  • Asy-Syeh As-Sayyid Abu bakar bin As-Sayyid Muhammada Syatho ad-Dimyati RA. Beliau berkata : “Ikhlas adalah apabila tujuan manusia dalam semua ketaatan dan amal ibadahnya hanya karena mendekatkan diri kepada Alloh SWT.”
  • Asy-Syeh Sahal bin Abdillah RA. Beliau berkata : “Ikhlas ialah jika seorang hamba diam dan geraknya hanya khusus karena Alloh”
  • Abu Utsman Al-Makki : “Ikhlas adalah melupakan memandang makhluk dengan selalu memandang Kholik saja”.

 

Alloh yang Maha Mengetahui tentang ikhlas, hal ini sesuai dengan Hadits Qudsi :

Abu Dzar RA. Berkata :

“Aku bertanya kepada Rosululloh SAW. tentang ikhlas, apakah ikhlas itu ?

Maka beliau menjawab :

“Akan aku tanyakan dulu hal itu kepada Malaikat Jibril AS.”, maka Rosululloh SAW. bertanya kepada Malaikat Jibril AS.

Maka Malaikat Jibril AS. Menjawab :

“Aku akan tanyakan dulu kepada Malaikat Mikail AS. kemudian Malaikat Jibril AS. bertanya kepada Malaikat Mikail AS.

Maka Malaikat Mikail AS. Menjawab :

“Aku akan tanyakan dulu kepada Robbul Izzah (Alloh SWT.) kemudian Malaikat Mikail AS. bertanya kepada Alloh SWT.

Maka Alloh SWT.Menjawab : “Ikhlas adalah rahasia dari rahasia-rahasia-Ku yang Aku taruh

dalam hati orang yang Aku kehendaki dari hamba-hamba-Ku.

Dalam Hadits lain :

“Ikhlas adalah rahasia dari rahasia-Ku yang aku taruh di hati orang yang aku cintai dari hamba-hamba-Ku.

 Ikhlas harus kita miliki karena :

  • Ikhlas bisa membersihkan dari penyakit hati
  • Ikhlas bisa memperbaiki serta menata kehidupan bathin (amal anggota bathin)
  • Ikhlas merupakan rukun terbesar (terpenting) dari berbagai macam amal bathin
  • Orang yang tidak akan terkena godaan Iblis/syetan adalah orang yang hatinya diberi ikhlas oleh Alloh.
  • Ikhlas menjadi syarat semua amal bisa diterima

Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW. : “Alloh tidak akan menerima dari amal-amal ibadah kecuali amal yang bersih hanya karena Alloh SWT. dan amal itu digunakan untuk mencari ridlo Alloh-Nya”. (HR. Nasai)

  • Orang yang ikhlas akan tampak sumber-sumber hikmah dari hatinya dan keluar melalui lisannya

Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW. : “Tidaklah seorang hamba beramal dengan ikhlas hanya karena Alloh selama 40 hari, melainkan akan tampak sumber-sumber hikmah dari hatinya dan keluar melalui lisannya”. HR. Ibnu Abi Syaibah)

  • Orang yang ikhlas akan diridloi oleh Alloh

Hal ini sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW. : ”Barangsiapa yang berpisah dari dunia di atas amal ikhlas hanya karena Alloh, dengan sendiri-Nya tiada sekutu bagi-Nya, dan menegakkan sholat, memberikan zakat, maka ia akan pisah dari dunia sedangkan Alloh meridloinya”. (HR. Imam Hakim)

Ikhlas tidak akan sempurna tanpa adanya kesungguhan dan kesungguhan tidak akan benar-benar sungguh tanpa adanya kesabaran di dalamnya dan barangsiapa yang ikhlasnya sempurna maka kehidupan bathin dan imannya akan menjadi baik.

TINGGALKAN KOMENTAR